Akses Pendidikan di Cilamaya Terputus Banjir, Siswa MTsN 1 Karawang Dialihkan ke Pembelajaran Jarak Jauh

KARAWANG – Akses jalan utama menuju pusat pendidikan dan pelayanan publik di Desa Mekarmaya, Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang, lumpuh total akibat banjir pada Jumat (23/1/2026). Banjir dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa tersebut memutus akses transportasi menuju MTsN 1 Karawang, MAN 1 Karawang, dan Kantor Urusan Agama (KUA) Cilamaya.
Menanggapi situasi tersebut, pihak manajemen MTsN 1 Karawang mengambil kebijakan diskresi dengan menghentikan aktivitas tatap muka di sekolah. Kepala MTsN 1 Karawang, H. Suparwoto, M.Pd, menyatakan bahwa seluruh siswa diinstruksikan untuk belajar dari rumah (BDR).
“Kondisi air tidak memungkinkan untuk dilintasi demi keamanan siswa dan tenaga pengajar. Pembelajaran kami alihkan secara daring hingga situasi dipastikan aman,” jelas H. Suparwoto.
Banjir ini dipicu oleh intensitas curah hujan tinggi sejak Kamis (22/1) yang mengakibatkan meluapnya Saluran Kalen Tasrip. Kendala teknis pada infrastruktur disinyalir menjadi penyebab utama, terutama akibat penyempitan drainase di sekitar badan jalan yang tidak lagi mampu menampung debit air, serta adanya pendangkalan atau sedimentasi yang menurunkan kapasitas tampung saluran secara drastis.
Kejadian yang terus berulang setiap musim penghujan ini memicu desakan dari pihak madrasah maupun masyarakat setempat agar Pemerintah Kabupaten Karawang segera melakukan langkah konkret. Warga berharap adanya normalisasi saluran air dan perbaikan sistem drainase secara menyeluruh untuk menjamin keberlangsungan pelayanan publik dan pendidikan.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu respon teknis dari dinas terkait untuk menangani luapan air yang menghambat mobilitas warga di Desa Mekarmaya tersebut.
Kontributor: Habsi Frasidik
Fotografer: M. Hilman Arip
