WELCOME TO MTS NEGERI 1 KARAWANG
Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Karawang merupakan lembaga pendidikan formal di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia yang berkomitmen mencetak generasi unggul, berakhlak mulia, dan berbudaya lingkungan. Berlokasi di Cilamaya Wetan Kab. Karawang, kami hadir sebagai pusat keunggulan akademik dan keagamaan yang memadukan kurikulum nasional dengan nilai-nilai islam.
Kami percaya bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter. Dengan dukungan fasilitas yang memadai dan tenaga pendidik yang kompeten, MTsN 1 Karawang terus berinovasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif, kompetitif, dan islami demi menyongsong masa depan cerah bagi seluruh peserta didik.
MADRASAH ADIWIYATA
Sebagai komitmen MTsN 1 Karawang dalam menyandang predikat Madrasah Adiwiyata, kami meluncurkan program unggulan “Sedekah Sampah Anorganik” yang dilaksanakan setiap hari Rabu. Program ini merupakan bagian inti dari Gerakan Perilaku Berbudaya Lingkungan Hidup di Madrasah (GPBLHM).
Setiap Rabu pagi, seluruh siswa membawa sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis dari rumah sebagai bentuk partisipasi aktif dalam pengurangan sampah nasional. Melalui gerakan ini, kami mengedukasi siswa bahwa sampah anorganik—seperti botol plastik, kertas, dan kaleng—bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang jika dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian bumi.
Sinergi Strategis untuk Keberlanjutan
Kesuksesan program ini didukung melalui kolaborasi erat dengan berbagai pihak profesional, di antaranya:
- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang: Sebagai pembina dalam standarisasi pengelolaan dan regulasi lingkungan hidup.
- Jawa Satu Power (JSP): Sebagai mitra sektor industri yang mendukung penuh keberlanjutan program lingkungan di madrasah kami melalui program CSR dan pendampingan.
- Jaringan Bank Sampah Sekolah Seluruh Indonesia: Sebagai wadah koordinasi untuk pengembangan manajemen bank sampah berbasis sekolah yang inovatif dan akuntabel.
Inilah langkah nyata kami dalam mencetak generasi yang cerdas secara akademik dan bijak dalam bertindak, demi mewujudkan madrasah yang hijau, sehat, dan berkelanjutan.njutan.
Pembiasaan Pagi: Literasi dan Istighotsah
Selain fokus pada pelestarian lingkungan, MTsN 1 Karawang juga berfokus pada penguatan karakter dan kompetensi siswa melalui kegiatan pembiasaan pagi yang dilaksanakan setiap hari Kamis dan Jumat sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
1. Kamis Literasi: Membuka Jendela Dunia
Setiap hari Kamis, madrasah menyelenggarakan kegiatan Pembiasaan Literasi. Dalam program ini, seluruh siswa diajak untuk membaca, merangkum, dan mendiskusikan berbagai literatur, baik buku fiksi, non-fiksi, maupun artikel edukatif lainnya.
- Tujuan: Meningkatkan minat baca, memperluas wawasan, serta mengasah kemampuan berpikir kritis dan komunikatif siswa sejak dini.
- Target: Melahirkan generasi yang literat, informatif, dan siap menghadapi tantangan era informasi.
2. Jumat Berkah: Istighotsah dan Doa Bersama
Menutup rangkaian pekan sekolah, setiap hari Jumat seluruh civitas akademika MTsN 1 Karawang melaksanakan Istighotsah dan Doa Bersama. Kegiatan ini menjadi sarana spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
- Kegiatan: Pembacaan zikir, salawat, istighotsah, dan siraman rohani singkat (kultum).
- Tujuan: Menanamkan nilai-nilai religius, memberikan ketenangan jiwa, serta mendoakan keselamatan dan keberkahan bagi seluruh keluarga besar madrasah dan bangsa.
- Target: Membentuk lulusan yang berakhlakul karimah, rendah hati, dan memiliki spiritualitas yang kokoh.
KEGIATAN MTSN 1 KARAWANG
- Tes Kepribadian dan Gaya Belajar
- Akses Pendidikan di Cilamaya Terputus Banjir, Siswa MTsN 1 Karawang Dialihkan ke Pembelajaran Jarak Jauh
- Meski Dilanda Banjir, MTsN 1 Karawang Pastikan Pembagian MBG Tetap Berjalan
- MTsN 1 Karawang Matangkan Persiapan Strategis Jelang TKA 2026
- Sedekah Sampah Ekonomis Awali Semester Genap, MTsN 1 Karawang Perkuat Budaya Adiwiyata
Barang siapa yang tidak mampu menahan lelahnya belajar, maka ia harus mampu menahan perihnya kebodohan
