KARAWANG – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Karawang secara resmi menggelar rapat koordinasi dan deklarasi komitmen bersama untuk meraih predikat Madrasah Adiwiyata Nasional pada Senin, 2 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah ini menjadi tonggak awal perjuangan seluruh civitas akademika dalam memperkuat sinergi dan komitmen nyata terhadap kelestarian lingkungan madrasah. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk pemenuhan standar penilaian nasional yang menuntut keterlibatan aktif dari seluruh elemen pendidikan, mulai dari jajaran guru, staf, hingga peran serta aktif orang tua murid.
Kepala MTsN 1 Karawang, H. Suparwoto, M.Pd., dalam pengarahannya menegaskan bahwa pencapaian level nasional merupakan target besar yang memerlukan kerja keras kolektif dari semua pihak. “Mengingat pentingnya agenda ini sebagai langkah awal perjuangan kita menuju level nasional, kami mengharapkan kehadiran dan kontribusi seluruh Civitas MTsN 1 Karawang serta dukungan walimurid,” ujar H. Suparwoto. Beliau menekankan bahwa visi Adiwiyata ini bukan sekadar mengejar penghargaan administratif, melainkan upaya mendasar dalam menanamkan karakter peduli lingkungan yang berkelanjutan bagi seluruh warga madrasah.
Dukungan teknis juga disampaikan oleh Fasilitator Adiwiyata, Komar Miharja, ST., yang memberikan arahan mengenai implementasi lapangan agar sesuai dengan standar nasional yang ketat. Dalam sesi arahannya, Komar Miharja menjelaskan, “Bapak ibu walimurid, kita harus peduli dengan lingkungan dan mulai memperhatikan sampah, dengan menerapkan prinsip 3R (Reuse, Reduce, Recycle) seperti misalnya kita berbelanja dengan membawa tas sendiri yang bisa digunakan berulang sehingga mengurangi volume sampah yang dihasilkan rumah tangga”. Senada dengan hal tersebut, Pengawas Madrasah, Yandi Hanadi, S.Pd.I., M.Si., turut memberikan apresiasi atas keterlibatan orang tua murid yang hadir “kami mengapresiasi kehadiran bapak/ibu orang tua murid karena kita memang harus selaras dengan pendidikan di madrasah agar program adiwiyata ini dapat berjalan maksimal. Jangan sampai pembelajaran adiwiyata di madrasah bertolak belakang dengan perilaku kita di rumah” pungkas Yandi Hanadi.
Kegiatan berlanjut dengan pembagian tugas bagi seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang kemudian diikuti dengan penandatanganan pakta komitmen bersama. Agenda ini menjadi simbol tekad bulat keluarga besar MTsN 1 Karawang, termasuk peran serta orang tua murid, dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan berwawasan ekologis demi meraih predikat Adiwiyata Nasional.
Sebagai aksi konkret, seluruh rangkaian acara ditutup dengan praktik pembuatan lubang biopori di area madrasah. Di bawah bimbingan Tim Adiwiyata yang dikoordinasikan oleh Irma Nurhayati, S.Pd., serta Fasilitator Adiwiyata, Komar Miharja, ST., para peserta bahu-membahu membuat lubang resapan untuk meningkatkan daya serap air tanah. Aktivitas ini sekaligus menjadi simbol dimulainya langkah nyata MTsN 1 Karawang dalam mentransformasi lingkungan madrasah menuju standar nasional.
Kontributor: Habsi Frasidik
